DUNIA TUMBUHAN
(PLANTAE)
Sumber
: Martono. Djoko. 2006. BSE Biologi Untuk
Sekolah Menengah Atas (SMA) Madrasah Aliah Kelas X . Pusat Perbukuan :
Bandung
A. Ciri umum Plantae
Dunia tumbuhan (Plantae) mencakup semua organisme
multiseluler, autotrop, fotosintetik. Dinding sel tumbuhan disusun atas senyawa
selulosa, dan menyimpan kelebihan karbohidratnya dalam bentuk amilum. Akan
tetapi, ternyata tidak semua\ organisme dengan ciri seperti itu dapat digolongkan
sebagai tumbuhan Tumbuhan merupakan organisme yang sepenuhnya menyesuaikan diri
dengan kehidupan di darat, meskipun beberapa di antaranya hidup di air seperti
teratai. Oleh karena itu, tumbuhan (Plantae) berupa kormus (memiliki akar,
batang dan daun sejati), bahan-bahan yang diperlukan tumbuhan, seperti cahaya,
CO2, air, dan mineral diperoleh melalui berbagai proses yang terjadi pada
ketiga organ tersebut.
Dalam
sistem klasifikasi 5 kingdom, tumbuhan (Plantae) dibagi dalam beberapa divisio.
Termasuk di dalamnya jenis-jenis tumbuhan golongan lumut, paku-pakuan, dan
tumbuhan berbiji. Perhatikan table klasifikasi tumbuhan di bawah ini!
B. Lumut
1.
Ciri-ciri dan
sifat lumut
Pada
umumnya kita menyebut "lumut" untuk semua tumbuhan yang hidup di
permukaan tanah, batu, tembok atau pohon yang basah, bahkan yang hidup di air.
Padahal tidak semuanya benar. Kalau kita cermati, mereka semua masih berupa
talus jadi belum memiliki kormus yang jelas. Semua lumut merupakan tumbuhan
autotrop fotosintetik, tak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun
yang jelas dapat diamati meskipun akarnya masih berupa rizoid. Maka lumut dianggap
sebagai peralihan antara tumbuhan thallus ke tumbuhan berkormus, karena
memiliki ciri thallus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakkan adanya
bagian batang dan daun. Bryophyta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh
lignin, oleh karenanya memiliki profil yang rendah, tingginya hanya 1–2 cm dan
yang paling besar tingginya tidak lebih dari 20 cm.
Lumut
dapat dengan mudah dijumpai di tempat yang lembap atau basah, seperti menempel
pada pohon dan di permukaan batu bata. Di kutub, lumut merupakan penyusun ekosistem
tundra (padang lumut). Lumut yang hidup di permukaan batu bata berbentuk seperti
beludru yang berwarna hijau. Ada juga yang berupa lembaran menempel pada tebing
atau dinding sumur. Lumut yang hidup di pohon, tubuhnya menjulur panjang, menggantung.
Lumut kering yang dijual sebagai media tanaman disebut moss. Lumut mengalami
pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam daur hidupnya, lumut mengalami dua
fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Alat
perkembangbiakan jantan berupa antheridium dan alat perkembangbiakan betina berupa
archegonium.
Dalam daur hidup lumut,
misalnya lumut daun, generasi gametofit (haploid) merupakan generasi yang
dominan. Generasi sporofitnya lebih kecil dan hidup lebih pendek. Generasi
sporofit (diploid) menghasilkan spora haploid melalui pembelahan meiosis dalam
suatu struktur yang disebut sporangium. Spora yang kecil, apabila menyebar dan
menemukan tempat yang sesuai akan berkembang menjadi
tumbuhan gametofit yang baru.
2.
Penggolongan dan peranan lumut
Lumut yang hidup di berbagai tempat di
bumi dapat digolongkan atas:
a. Lumut daun
Lumut ini dapat dengan mudah ditemukan
di tempat yang basah atau lembap, menempel pada permukaan batu bata, tembok dan
tempat-tempat terbuka. Tubuhnya berukuran kecil, berbatang semu tegak dan
lembaran daunnya tersusun spiral. Pada pangkal batang terdapat rizoid yang
bercabang dan bersepta berfungsi sebagai akar. Letak antheridium dan
archegonium terpisah. Sekalipun lumut daun berukuran kecil, tetapi dampak
kolektifnya pada bumi sangat besar. Misalnya, lumut gambut (Sphagnum sp.)
menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi
terdapat di kutub utara. Timbunan gambut pada lapisan tanah gambut yang tebal
dapat mengikat senyawa karbon organik. Mekanisme ini sangat penting untukmenstabilkan
konsentrasi karbondioksida diatmosfer bumi, sehingga mengurangi dampakefek
rumah kaca. Contoh golongan lumut daunadalah Polytrichum sp. yang berbentuk
sepertibeludru dan sering ditemukan menempel pada permukaan batu bata basah.
b. Lumut hati
Lumut hati berbentuk lembaran (talus), rizoidnya
tidak bercabang terdapat di bawah tangkai atau lembarannya. Letak antheridium dan
archegonium terpisah. Pada umumnya lumut
hati mudah ditemukan pada tebing-tebing yang basah. Contoh lumut ini antara
lain Ricciocarpus sp. dan Marchantia sp.
c.
Lumut tanduk
Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi
danau, sungai atau di sepanjang selokan. Lumut ini juga mengalami pergiliran
keturunan antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofitnya
membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Contohnya Anthoceros sp.
C. Tumbuhan Paku (Pakis)
Tumbuhan
paku atau dikenal juga dengan nama pakis, beberapa di antaranya dijadikan
sebagai tanaman hias. Bahkan ada penggemar tanaman yang mengoleksi\ tumbuhan
paku beraneka jenis yang diperoleh dari tempat yang berbeda-beda.
1. Struktur tubuh dan habitat tumbuhan paku
Tumbuhan
paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh
khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain. rizom terdapat akar, seperti
rambut yang merupakan akar serabut. Ada pula tumbuhan paku yang batangnya mirip
batang palem, misalnya paku pohon (Cyathea). Paku pohonini masih banyak
dijumpai di daerah datarantinggi yang berhawa dingin seperti di kakiGunung
Ungaran di Kabupaten Semarang dan pedalaman Gunungpati di KotaSemarang. Ada
pula tumbuhan paku yang tubuhnya seperti kawat (paku kawat, Lycopodium). Ada
daun paku yang berukuran kecil (mikrofil) dan ada pula yang berukuran besar(makrofil).
Ada daun tumbuhan paku yang khusus menghasilkan spora, daun ini disebut
sporofil dan ada daun yang tidak menghasilkan spora, disebut tropofil. Akan tetapi,
tidak semua tumbuhan paku memiliki tipe daun yang berfungsi khusus. Misalnya pada
suplir, semua daun dapat menghasilkan spora. Akar, batang dan daun tumbuhan
paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem.
Fase pembentukan spora dalam daur hidup
tumbuhan paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut
generasi gametofit. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis)
dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Berdasarkan
jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tumbuhan paku homospora, heterospora
dan peralihan homosporaheterospora. Tumbuhan paku homospora menghasilkan spora dengan
ukuran sama yang tidak dapat dibedakan antara spora jantan
dan
betina, misalnya Lycopodium sp. (paku kawat). Tumbuhan paku heterospora
menghasilkan spora berbeda ukuran. Spora jantanberukuran kecil disebut
mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora, misalnya Selaginella
sp.(paku rane), Marsilea sp.(semanggi). Tumbuhan paku peralihan menghasilkan
spora jantandan betina yang sama ukurannya, misalnya Equisetum debile (pakuekor
kuda). Perhatikan bagan daur hidup paku homospora di bawah ini!
2. Penggolongan
dan peranan tumbuhan paku Dengan klasifikasi sistem 5
kingdom,tumbuhan paku dibedakan atas 3 divisio, yaitu Lycophyta, Sphenophyta,
Pterophyta.
a. Lycophyta (Paku kawat)
Tumbuhan
paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus
dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat. Contoh:Lycopodium sp.(paku
tanduk rusa), ditanam sebagai tanaman hias. Lycopodiumclavatum, digunakan sebagai
bahan obat-obatan.
b. Sphenophyta
(Paku ekor kuda)
Berdaun
kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium tersusun dalam strobilus.
Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda), tumbuh di dataran tinggi, batang
berongga, berbuku-buku, dan tumbuh tegak. Daun kecil (mikrofil), terdapat pada
setiap buku, melingkar, berbentuk sisi
c. Pterophyta
(Paku sejati)
Pterophyta
merupakan tumbuhan paku yang banyak dijumpai disekitar kita, umumnya disebut
pakis. Tumbuhan paku ini berdaun besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat
pada sporofil. Contoh: Alsophilla glauca (paku tiang),banyak ditemukan di daerah
pegunungan berhawa dingin, batangnya hitam digunakan untuk menanam anggrek.
Adiantum cuneatum (suplir) dan Asplenium nidus (paku sarang burung), ditanam
sebagai tanaman hias. Marsilea crenata (semanggi), hidup di rawa atau tanah
berair,
digunakan untuk sayur.
D. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan
yang menghasilkan biji. Tumbuhan ini memiliki arti penting bagi organisme lain
di bumi. Bahan makanan manusia dan hewan banyak yang berasal dari tumbuhan
berbiji. Dapatkah kamu menyebutkan biji-bijian yang menjadi makanan hewan dan manusia?
Untuk dapat mengenali keanekaragamannya kita harus mempelajari berbagai ciri,
daur hidup dan habitatnya. Semua tumbuhan berbiji adalah heterospora, yang
berarti memiliki dua jenis sporangia berbeda. Megasporangia menghasilkan
megaspora yang akan menjadi gametofit betina, dan mikrosporangia menghasilkan
mikrospora yang akan menjadi gametofit jantan. Megaspora terbentuk dalam
megasporangium yang dilindungi oleh integumen, yang secara keseluruhan struktur
tersebut disebut ovulum atau bakal biji. Perkembangan megaspora inilah yang
akan membentuk sel telur (ovum), jika ovum dibuahi oleh sel sperma maka akan
tumbuh menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi embrio sporofit. Keseluruhan
bakal biji akhirnya berkembang membentuk biji. Dalam sistem klasifikasi 5
kingdom, tumbuhan berbiji digolongkan menjadi dua golongan, yaitu tumbuhan
berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
1.
Tumbuhan
berbiji terbuka (Gymnospermae)
a. Ciri-ciri umum
Tumbuhan
berbiji terbuka dapat berupa perdu atau pohon. Semua tumbuhan berbiji terbuka
memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem. Tumbuhan berbiji terbuka, tumbuhan
paku dan tumbuhan berbiji tertutup merupakan kelompok tumbuhan Tracheophyta,
yaitu kelompok tumbuhan yang memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem. Yang
membedakan tumbuhan ini dengan tumbuhan berbiji terbuka adalah bakal bijinya
terdapat di luar permukaan megasporofilnya atau analoginya disebut sisik pendukung
bakal biji, yang berkelompok menjadi strobilus berkayu dan disebut runjung, kecuali
pada tanaman pakis haji (Cycas rumphii).
b. Penggolongan
dan peranannya
Tumbuhan
berbiji terbuka yang hingga kini masih dapat ditemukan adalah divisi
Coniferophyta (konifer), Cycadophyta (Sikas), Ginkgophyta (ginkgo), Gnetophyta
(melinjo).
1. Coniferophyta (konifer)
Divisio
ini banyak anggotanya yang masih dapat dijumpai hingga sekarang. Pada umumnya
conifer tidak mengalami gugur daun, daunnya berbentuk jarum, hidup sebagai
perdu atau pohon, memiliki strobilus berbentuk kerucut. Ada dua macam
strobilus, strobilus biji atau strobilus betina dan strobilus serbuk sari atau
strobilus jantan. Contoh: Pinus, Cupressus, Araucaria, Agathis, Sequoia,
Juniperus, Taxus.
2. Cycadophyta
(Sikas)
Golongan
sikas ditemukan di daerah tropis hingga sub-tropis. Ciri yang khas untuk tumbuhan
ini adalah batang yang tidak bercabang, daun majemuk, seperti kulit, tersusun
sebagai tajuk di puncak batang yang memanjang. Seluruh anggotanya berumah dua.
Contoh: Cycas rumphii (pakis haji), ditanam sebagai tanaman hias.
3. Ginkgophyta
(Ginko)
Anggota
divisio ini yang masih a adalah Ginkgo biloba (Ginko). Ginkgo merupakan pohon
besar, dapat mencap ketinggian lebih dari 30 meter. Daun lebar berbentuk
seperti kipas, dengan belahan yang berlekuk dalam. Tulang daun berbentuk menggarpu.
Ginko merupakan tumbuhan Gymnospermae yang meranggas, berumah dua, biji keras
berwarna kekuningan, berukuran sebesar kelereng, berbau tidak enak. Ginko
digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik.
4. Gnetophyta
Divisio
ini memiliki strobilus jantan yang tersusun majemuk, daun berhadapan atau
melingkar, seluruh pembuluh terdapat pada kayu sekunder dan tidak terdapat
saluran resin. Contoh: Gnetum gnemon
(melinjo), daun muda, biji dan bunganya dapat disayur. Bijinya dibuat menjadi
emping,kulit kayunya digunakan sebagai bahan pembuatan benang atau kertas.
2.
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Sekarang ini Angiospermae merupakan
tumbuhan yang dominan, beraneka ragam, dan menempati daerah persebaran yang paling
luas di permukaan bumi. Diperkirakan hingga sekarang terdapat sekitar 250.000
spesies Angiospermae.
a. Ciri-ciri
umum
Angiospermae
memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup yang disebut
daun buah (carpels). Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur
pembiakan majemuk yang disebut bunga. Pada umumnya tumbuhan berupa pohon,
perdu, semak, liana, atau herba. Di antara Angiospermae ada yang hidup tahunan ada
yang semusim, berumah satu atau berumah dua.
b. Penggolongan
dan peranannya
Semua
Angiospermae digolongkan dalam divisio tunggal, yaitu Anthophyta. Divisio ini
terdiri atas dua kelas yaitu Monocotyledonae(monokotil) dan Dicotyledonae
(dikotil).
1. Monocotyledonae
(Monokotil)
Mencakup
semua tumbuhan berbunga yang memiliki kotiledon tunggal (berkeping biji
tunggal), batang bagian atastidak bercabang. Umumnya berdaun tunggal, kecuali
padagolongan palma (kelapa, palem) dengan tulang daunmelengkung atau sejajar.
Jaringan xilem dan floem pada batang dan akar tersusun tersebar dan tidak
berkambium. Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk tidak
beraturan dan berwarna tidak menyolok. Beberapa contoh yang penting misalnya;
a) Famili Liliaceae. Contohnya adalah Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloriosa superba (kembang sungsang).
b) Famili
Amaryllidaceae. Contohnya adalah Agave
cantala (kantala), Agave sisalana
(sisal).
c) Famili
Poaceae. Contohnya adalah Oryza sativa
(padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum miliaceum (jewawut).
d) Famili
Zingiberaceae. Contohnya adalah Zingiber
officinalle (jahe), Curcuma domestica
(kunyit), Alphinia galangal (laos), Kaempferia galanga (kencur).
e) Famili
Musaceae. Contohnya adalah Musa
paradisica (pisang), Musa textilis (manila
henep).
f) Famili
Orchidaceae. Contohnya adalah Phalaenopsis
amabilis (anggrek bulan), Dendrobium
phalaenopsis (larat).
g)
Famili Arecaceae. Contohnya adalah Cocos nucifera (kelapa), Arenga piñata (aren), Areca catechu (pinang), Elais quineensis (kelapa sawit).
h)
Famili Areceae. Contohnya adalah Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macrorhiza (sente).
2.
Dicotyledonae (Dikotil)
Mencakup
semua tumbuhan berbunga yang memiliki 2 kotiledon (berkeping biji dua). Daun
dengan pertulangan menjari atau menyirip
Batangnya berkambium, oleh karena itu mengalami pertumbuhan sekunder.
Pembuluh xilem dan floem tersusun melingkar (konsentris). Akar berupa akar
tunggang ujung akar lembaga tidak dilindungi selaput pelindung. Jumlah
bagian-bagian bunga berkelipatan 4 atau 5. Beberapa contoh yang penting antara
lain:
a) Euphorbiaceae (tumbuhan jarak-jarakan),
contohnya Euphorbia tirucalli
b) Moraceae.
Contohnya adalah Ficus benjamina
(beringin), Artocarpus communis
(keluwih).
c) Papilionaceae.
Contohnya adalah Vigna cinesis (kacang
panjang), Phaseolus radiatus (kacang
hijau), Arachis hypogea (kacang tanah),
Clitoria ternatea (kembang telang).
d) Caesalpiniaceae.
Contohnya adalah i (kembang merak), Tamarindus
indica (asam).
e) Mimosaceae.
Contohnya adalah Mimosa pudica (sikejut),
Leucaena glauca (lamtoro), dan Parkia speciosa (petai).
f) Malvaceae.
Contohnya adalah Gossypium sp.
(kapas), Hibiscus tiliaceus (waru).
g) Bombacaceae.
Contohnya adalah Durio zibethi
(durian).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar